“Live long enough to find the right one”. ..kata2 ini pertama saya dengar di sebuah iklan himbauan ttg AIDS. Kesan pertama yg saya tangkap di sini mungkin “the right one” yg dimaksud adalah pasangan hidup. Tapi ternyata “the right one” disini bisa menjadi banyak hal. Bisa saja “the right one” yg dimaksud adalah jalan hidup yg saya mau.
Tapi setelah itu saya menemukan masalah baru. Seperti apakah “the right one” itu bagi saya? apakah “the right one” itu harus selalu bagus? apakah ” the right one” itu harus sempurna? apakah “the right one” itu bisa dibeli?. Hal ini terus berlalu lalang di pikiran saya.
Kemudian saya mulai berpikir lagi. Apakah nnti “the right one” menurut saya, benar2 menjadi “the right one” yg terbaik buat saya? apakah nnti bila saya mendapatkan “the right one” versi saya itu, saya bisa bnr2 puas?
akhirnya setelah lama berpikir dengan seksama ,,saya jadi pusing sndiri.karena terlalu banyak pertanyaan2 yg trus muncul di kepala saya. Yg pada akhirnya saya cuma bisa menyimpulkan untuk bisa menjawab semua itu saya harus hidup cukup lama alias “live long enough to find the right one” .
Nah bagaimana dengan anda? apakah anda sudah mengetahui “the right one” seperti apa yg anda mau,:D.
Filed under: Uncategorized Tagged: | "
